Friday, 24 February 2017

Untuk Para Istri (Suamiku Milik Ibunya)


Pagi-pagi sekali, Sarah mengetuk pintu rumah ibunya. Ia menggendong anaknya dan membawa satu tas besar di tangan kanannya.
Dari matanya yang sembab dan merah, ibunya sudah tahu kalau Sarah
pasti habis bertengkar lagi dengan  suaminya.

Meski heran, karena biasanya Sarah hanya sebatas menelpon sambil menangis jika bertengkar dengan suaminya. Ayah Sarah yang juga keheranan, segera menghampiri Sarah dan menanyakan masalahnya.
Sarah mulai menceritakan awal pertengkarannya dengan suaminya tadi malam.
Sarah kecewa karena suaminya telah membohongi Sarah selama ini.
Sarah menemukan buku rekening suaminya terjatuh didalam mobil.
Sarah baru tahu, kalau suaminya selalu menarik sejumlah uang setiap bulan, di tanggal yang sama.
Sementara Sarah tahu, uang yang Sarah terima pun sejumlah uang yang sama.
Berarti sudah 1 tahun lebih, suaminya membagi uangnya, setengah untuk Sarah, setengah untuk yang lain. Jangan-jangan ada wanita lain??

Ayah Sarah hanya menghela nafas, wajah bijaksananya tidak menampakkan rasa kaget atau pun marah.

*"Sarah...,*
*» Yang pertama, langkahmu datang ke rumah ayah sudah dilaknat Allah dan para MalaikatNya',*
*karena meninggalkan rumah tanpa seizin suamimu"*
Kalimat ayah sontak membuat Sarah
kebingungan.
Sarah mengira ia akan mendapat dukungan dari ayahnya.

*» "Yang kedua,* *mengenai uang suamimu, kamu tidak berhak mengetahuinya.*
*Hakmu hanyalah uang yang diberikan suamimu ke tanganmu.*
*Itu pun untuk kebutuhan rumah tangga.*
Jika kamu membelanjakan uang itu tanpa izin suamimu, meskipun itu untuk sedekah, itu tak boleh".
Lanjut ayahnya.

"Sarah.., suamimu menelpon ayah dan mengatakan bahwa sebenarnya uang itu memang diberikan setiap bulan untuk seorang wanita.
Suamimu tidak menceritakannya padamu, karena kamu tidak suka wanita itu sejak lama.
Kamu sudah mengenalnya, dan kamu merasa setelah menikah dengan suamimu, maka hanya kamulah wanita yang
memilikinya".

"Suamimu meminta maaf kepada ayah karena ia hanya berusaha menghindari pertengkaran denganmu.
Ayah mengerti karena ayah pun sudah mengenal watakmu" mata ayah mulai berkaca-kaca.
*"Sarah...,*
*kamu harus tahu, setelah kamu menikah maka yang wajib kamu taati adalah suamimu.*

*Jika suamimu ridho pdmu,*
*maka Allah pun Ridho.*

*Sedangkan suamimu, ia wajib taat kepada ibunya.*
Begitulah Allah mengatur laki-laki untuk taat kepada ibunya.
Jangan sampai kamu menjadi
penghalang bakti suamimu kepada ibundanya".
*"Suamimu, dan harta suamimu adalah milik ibu nya".*
Ayah mengatakan itu dengan tangis. Air matanya semakin banyak membasahi pipinya.
Seorang ibu melahirkan anaknya dengan susah payah dan kesakitan.

• Kemudian ia membesarkannya hingga dewasa hingga anak laki-lakinya menikah, ia melepasnya begitu saja.
• Kemudian anak laki-laki itu akan sibuk dengan kehidupan barunya.
• Bekerja untuk keluarga barunya.
• Mengerahkan seluruh hidupnya untuk istri dan anak-anaknya.
• Anak laki-laki itu hanya menyisakan sedikit waktu untuk sesekali berjumpa dengan ibunya. sebulan sekali, atau bahkan hanya1 tahun sekali.

"Kamu yang sejak awal menikah tidak suka dengan ibu mertuamu.
Kenapa?
Karena rumahnya kecil dan sempit? Sehingga kamu merajuk kepada
suamimu bahwa kamu tidak bisa tidur disana.
Anak-anakmu pun tidak akan betah disana.
Sarah.., mendengar ini ayah sakit sekali".

"Lalu, jika kamu saja merasa tidak nyaman tidur di sana.
Bagaimana dengan ibu mertuamu yang dibiarkan saja untuk tinggal disana?"
*"Uang itu diberikan untuk ibunya.* Suamimu ingin ayahnya berhenti berkeliling menjual gorengan.
Dari uang itu ibu suamimu hanya memakainya secukupnya saja, selebihnya secara rutin dibagikan ke anak-anak yatim dan orang-orang tidak mampu di kampungnya. Bahkan masih cukup untuk menggaji seorang guru ngaji di kampung itu" lanjut ayah.

Sarah membatin dalam hatinya, uang yang diberikan suaminya sering dikeluhkannya kurang. Karena Sarah butuh banyak pakaian untuk mengantar jemput anak sekolah.
Sarah juga sangat menjaga
penampilannya untuk merawat wajah dan t ubuhnya di spa.
Berjalan-jalan setiap minggu di mall. Juga berkumpul sesekali dengan teman-temannya di restoran.

Sarah menyesali sikapnya yang tak ingin dekat-dekat dengan mertuanya yang hanya seorang tukang gorengan.
Tukang gorengan yang berhasil :
• Menjadikan suaminya seorang sarjana,
• mendapatkan pekerjaan yang di idam-idamkan banyak orang.
• Berhasil mandiri, hingga Sarah bisa menempati rumah yang nyaman dan mobil yang bisa ia gunakan setiap hari.

"Ayaaah, maafkan Sarah", tangis sarah meledak.
Ibunda Sarah yang sejak tadi duduk di samping Sarah segera memeluk Sarah.

*"Sarah...*
*• kembalilah ke rumah suamimu.*
*Ia orang baik nak...*
*• Bantulah suamimu berbakti kepada orang tuanya.*
*• Bantu suamimu menggapai surganya,* *dan dengan sendirinya, ketaatanmu kepada suamimu bisa menghantarkanmu ke surga".*

Ibunda sarah membisikkan kalimat itu ke telinga Sarah.

Sarah hanya menjawabnya dengan anggukan, ia menahan tangisnya.
Bathinnya sakit, menyesali sikapnya.

Sarahpun pulang menghadap suaminya dan sambil menangis memohon maaf kpd suaminya atas prasangka yg salah selama ini.

Di lain hari, sarahpun mengikiti suaminya bersilaturahmi kpd ibu kandung suaminya alias mertua dirinya.

Suaminya meneteskan air mata menatap istrinya yg di tangan istrinya tertenteng 4 liter minyak goreng untuk mertuanya.
Tetesan air mata suami bukan masalah jumlah liternya
tapi karena perubahan istrinya yg senang dan nampak ihlas hendak datang kpd orang tuanya alias mertua istrinya.

Seterusnya Sarah berjanji dalam hatinya, untuk menjadi istri yang taat pada suaminya.
Sesekali waktu, Sarah bukan mengajak suaminya ke Mall tapi minta anjangsana ke rumah mertuanya dan juga orang tuanya.
Subhanallah....

Kirimkan Kisah ini ke semua sahabat Anda, siapa tahu ada orang yang mau mencoba dan mengambil manfaat dari kisah ini, sehingga anda pun akan mendapatkan pahala.
Insya Allah...
[semoga para istri tetap mendukung suaminya tuk berbakti pada ibunya.

*Semoga kita dituntun oleh Allah sbg anak yg berbakti pada orang tua,*

*aamiin.*

Romeltea Media
Hikmah Santri Updated at:

"Rezekiku Ada Di Langit, Bukan Di kantor"


Belajar Tawakal Kepada Putri 10 Tahun

Hatim Al Ashom, ulama besar muslimin, teladan kesederhanaan dan tawakal.

Hatim suatu hari berkata kepada istri dan 9 putrinya bahwa ia akan pergi utk menuntut ilmu.

Istri dan putri putrinya keberatan. Krn siapa yg akan memberi mereka makan.

Salah satu dari putri-putri itu berusia 10 tahun dan hapal Al Quran.

Dia menenangkan semua: Biarkan beliau pergi. Beliau menyerahkan kita kepada Dzat Yang Maha Hidup, Maha Memberi rizki dan Tidak Pernah mati!

Hatim pun pergi
Hari itu berlalu, malam datang menjelang...

Mereka mulai lapar. Tapi tdk ada makanan. Semua mulai memandang protes kepada putri 10 tahun yg tlh mendorong kepergian ayah mereka.

Putri hapal Al Quran itu kembali meyakinkan mereka: Beliau menyerahkan kita kepada Dzat Yang Maha Hidup, Maha Memberi rizki dan Tidak Pernah mati!

Dlm suasana spt itu, pintu rumah mereka diketuk. Pintu dibuka. Terlihat para penunggang kuda. Mereka bertanya: Adakah air di rumah kalian?

Penghuni rumah menjawab: Ya, kami memang tidak punya apa-apa kecuali air.

Air dihidangkan. Menghilangkan dahaga mereka.

Pemimpin penunggang kuda itu pun bertanya: Rumah siapa ini?

Penghuni rumah menjawab: Hatim al Ashom.

Penunggang kuda terkejut: Hatim ulama besar muslimin.....

Penunggang kuda itu mengeluarkan sebuah kantong berisi uang dan dilemparkan ke dalam rumah dan berkata kpd para pengikutnya: Siapa yg mencintai saya, lakukan spt yg saya lakukan.

Para penunggang kuda lainnya pun melemparkan kantong-kantong mereka yg berisi uang. Sampai pintu rumah sulit ditutup, krn banyaknya kantong-kantong uang. Mereka kemudian pergi.

Tahukah antum, siapa pemimpin penunggang kuda itu...?
Ternyata Abu Ja'far Al Manshur, amirul mukminin.

Kini giliran putri 10 thn yg telah hapal Al Quran itu memandangi ibu dan saudari-saudarinya. Dia memberikan pelajaran aqidah yg sangat mahal sambil menangis:

JIKA SATU PANDANGAN MAKHLUK BISA MENCUKUPI KITA, MAKA BAGAIMANA JIKA YG MEMANDANG KITA ADALAH AL KHOLIQ!
*
Terimakasih nak, kau telah menyengat kami yg dominasi kegelisahannya hanya urusan dunia.
Hingga lupa ada Al Hayyu Ar Rozzaq

Hingga lupa jaminan Nya: dan di LANGIT lah RIZKI kalian...

Bukan di pekerjaan...bukan di bank...bukan di kebun...bukan di toko...tapi DI LANGIT!

Hingga kami lupa tugas besar akhirat

اللهم لا تجعل الدنيا أكبر همنا

Duhai Allah, jangan Kau jadikan dunia sebagai kegundahan terbesar kami.....


Barokallahu fiikum....

Romeltea Media
Hikmah Santri Updated at:

Thursday, 23 February 2017

Ketika Cinta Bersemi Di Hati


بسم الله الرحمن الرحيم

al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah Rahimahullah berkata:

"Cinta adalah kepergian hati mencari yang di cinta, seraya lisannya terus-menerus menyebut yang di cinta. Adapun lisan senantiasa menyebut yang di cinta, tak ragu lagi karena dirinya tengah dirundung cinta yang teramat sangat, maka ia akan banyak menyebutnya".
(Madarijus Salikin: 3/15)

Cinta apakah yang dimaksud Ibnul Qayyim ini? Na'am, cinta yang dimaksud tentu adalah cinta kepada Allah, dan seorang hamba yang shalih jika rasa cinta kepada Allah telah bersemi di hatinya, maka sungguh hatinya benar-benar akan bergejolak sembari lisannya senantiasa menyebut Yang di Cinta.

Allah berfirman ketika mensifati orang-orang yang beriman:

والذين ءامنوا أشد حبا لله

Dan orang-orang yang beriman itu SANGAT CINTA kepada Allah.
(al-Baqarah: 165)

Rasulullah pun menyebutkan salah satu dari tiga حلاوة الإيمان (kelezatan iman), diantaranya:

أن يكون الله ورسوله أحب إليه مما سواهما

Barang siapa yang menjadikan Allah & Rasul-Nya LEBIH IA CINTAI dari selain keduanya.
(Riwayat Muslim no: 43)

Dan engkau bisa melihat, bagaimana mereka berebutan untuk ISTISYHAD, dan engkau juga bisa melihat diantara yang ISTISYHAD itu ada orang-orang yang cacat (maaf), diantara mereka ada yang meninggalkan harta, tahta, jabatan, istri-istri, dan anak-anak serta orang tua. Apa sebabnya semua ini? Kenapa mereka bisa seperti ini! Apakah ini yang dinamakan CINTA MATI... Na'am, shahih, inilah yang dinamakan cinta mati, tapi kepada siapa? Tentu kepada Rabb mereka Allah Azza wa Jalla, masya Allah.

Dan insyaAllah mereka adalah orang-orang yang Rabb mereka berfirman:

وجوه يومئذ ناضرة

"Wajah-Wajah mereka pada hari itu berseri-seri".

Kenapa? Masya Allah, ternyata karena:

إلى ربها ناظرة

"Kepada Rabb-Nyalah mereka memandang".
(al-Qiyamah: 22-23)

Inilah keadaan seorang hamba yang tengah jatuh cinta, sehingga cintanya ini pun bersemi di hatinya.

Ya Allah berikanlah kami anugerah ini. Aamiin.


Wallahu a'lam.

Romeltea Media
Hikmah Santri Updated at:

Pilihan Umat Itu Ada Dua "Jama'ah Atau Jahiliyah"


Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang melihat sesuatu yang tidak dia sukai dari pimpinannya, maka hendaklah dia bersabar. Karena barangsiapa yang memisahkan diri dari Jama'ah sejengkal saja kemudian dia mati, maka ia akan mati dalam keadaan mati jahiliyyah".(Hr. Bukhari - Muslim dari Ibnu Abbas).

Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa keluar dari ketaan dan memisahkan diri (berpecah) dari al jama'ah kemudian mati maka mati dalam keadaan mati jahiliyyah".(Hr. Muslim dari Abu Hurairah).


Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa melepas ketaatannya maka dia bertemu Allah pada hari kiamat dalam keadaan tidak memiliki hujjah, dan siapa yang mati dalam keadaan tidak berbai'at, maka ia akan mati dalam keadaan mati jahiliyyah".(Hr. Muslim dari Abdullah bin 'Umar).

Romeltea Media
Hikmah Santri Updated at:

Indahnya Keutamaan Jihad


Wahai saudaraku ….
Andai kau tahu
Debu yang menempel pada kakimu fie sabilillah
Dapat menyelamatkanmu dari neraka Jahannam
Kenapa kau tinggalkan jihad ….. ???!!!
Wahai saudaraku …..
Andai kau faham
Sekejap dalam medan jihad
Dapat mengharuskanmu menikmati kenikmatan
dan keindahan Jannatun Na’im
Kenapa memilih selain jihad ….. ???!!!
Wahai saudaraku …..
Andai kau mengerti
Berak dan kencingnya kudamu fie sabilillah
Bernilai pahala bagimu disisi Robmu
Kenapa bimbang untuk berjihad ….. ???!!!
Wahai saudaraku …..
Andai kau tahu
Timah panas yang mengoyak tubuhmu dapat menghantarkanmu memeluk mesra Bidadari jelita
Kenapa takut berjihad ….. ???!!!
Wahai saudaraku …..
Andai kau faham
Dentuman Bom yang mencabik-cabik dagingmu dapat menyibukkanmu bercanda ria di pangkuan Bidadari jelita selama berpuluh-puluh tahun tanpa bosan
Kenapa ragu untuk berjihad …..???!!!
Wahai saudaraku …..
Andai kau mengerti
Ledakan Mortir yang meremukkan tulang belulangmu dapat menghantarkanmu berbaring mesra di atas kasur dalam kamar mempelai bersama bidadari yang tidak pernah
hilang keprawanannya
Kenapa enggan berjihad …..???!!!
Wahai saudaraku …..
Andai kau faham
Tetesan darah pertama yang kau tumpahkan di medan jihad dapat menghapuskan semua dosa-dosamu
Tidak ada pilihan lain bagimu selain jihad
Duhai saudaraku …..
Seandainya engkau faham ……
Seandainya engkau mengerti ……
Seandainya engkau tahu …..
Seandainya engkau berakal …..

Engkau pasti memilih jihad …..

Romeltea Media
Hikmah Santri Updated at:

Sosok Sesungguhnya Pria Idaman Di Hadapan Wanita


UNTUKMU AKHI


Lelaki terindah di mata wanita bukanlah yang paling tampan raut wajahnya, melainkan yang paling menawan keimanan dan budi pekertinya serta agama dan akhlak nya...

Lelaki terjantan di hadapan wanita bukanlah yang paling berani mengungkap kata cinta, melainkan yang berani menghadapi orang2 kafir tanpa ada rasa takut..

Lelaki teromantis di hati wanita bukanlah yang paling mesra mengungkap kata cinta,
melainkan yang berani meminang nya dg mahar surga..

Lelaki tergagah di hadapan wanita bukanlah yang paling kekar tubuhnya, melainkan yang mampu dan berkeinginan kuat untuk berjihad membela agama Alloh...

Lelaki terkaya di angan" wanita bukan hanya terbanyak hartanya, melainkan yang kaya hatinya sehingga pandai bersyukur atas segala karunia-Nya serta tetap tawadhu' dan Qona'ah...

Lelaki terpandai di benak wanita bukanlah yang paling banyak ilmunya, melainkan yang paling peduli untuk membimbing kepada jalan yang diridhai-Nya serta dia tau apa hal yg terbaik yg harus ia lakukan untuk akhirat nya kelak ..

Lelaki paling dermawan di hadapan wanita bukanlah yang paling banyak sedekahnya, melainkan yang paling perhatian memenuhi kewajiban keluarganya...

Akhi..
Sejatinya nilai diri kaum pria bukan hanya karena tampan, jantan, romantis, gagah, kaya, pandai dan dermawan namun sejauh mana ia mampu mengasah keimanan dan perilakunya agar lebih menawan.

Kemulian seorang lelaki itu ialah ketika dia lbih memilih untuk syahid dan berjihad di jalan Alloh daripada menghabiskan waktunya untuk dunia yg tidak ada artinya sama sekali di sisi Alloh..

Kaum Lelaki begitu berharga jika ia mampu mempertanggungjawabkan segala ucapan dan perbuatan nya di hadapan ALLOH Yang Maha Menyaksikan...


In syaa Allah...

Romeltea Media
Hikmah Santri Updated at:

Jihad, Api Yang Tak Akan Pernah Padam


Pada zaman ini hampir seluruh manusia (kecuali yang dirahmati Allah) bersatupadu dengan segala daya upayanya untuk memerangi atau minimal mengingkari salah satu Syari’at Allah dalam Dien yang hanif ini yaitu Jihad fisabililah (dalam konteks yang sesungguhnya yaitu Qital/perang), padahal jelas-jelas Allah telah mengatur dengan gamblang dalam ayat-ayat-Nya tentang hubungan antara Kaum Muslimin dengan orang-orang kafir, bahkan ayat-ayat tersebut sebagai hukum niha’i (final) seperti yang banyak terdapat dalam surat At-Taubah dan yang lainnya, diantaranya adalah Firman-Nya,

“Dan perangilah orang-orang yang tak beriman kepada Allah dan Hari Akhir dan tidak mengharamkan apa-apa yang telah diharamkan Allah dan Rasul-Nya serta tidak memeluk Dien yang benar (mereka itu) dari golongan Ahlul Kitab (Yahudi dan Nasrani) sampai mereka membayar jizyah (uang jaminan keamanan) dan membayarnya (dengan) tangan yang penuh kehinaan…”

"Maka jika bulan-bulan haram itu telah selesai,bunuhlah orang- orang musyrik itu..”

“Diwajibkan atas kalian berperang padahal perang itu hal yang kalian benci. Boleh jadi sesuatu yang kalian benci itu baik bagi kalian dan boleh jadi yang kalian sukai itu buruk bagi kalian, Allah mengetahuinya sedang kalian tidak mengetahuinya..”

“Wahai Nabi berjihadlah melawan orang-orang kafir dan munafikin dan bersikap keraslah kamu terhadap mereka..”

Dan masih banyak lagi nash-nash yang memerintahkan jihad.

Ikhwah fillah….
Orang-orang kafir akan senantiasa berusaha memadamkan Api Jihad di tubuh Ummat Islam jika ada sekelompok ummat ini yang menegakkan ibadah ini, maka serta merta mereka (orang-orang kafir) menamakannya sebagai tindakan terorisme yang tidak ada hubungannya dengan agama manapun, didukung oleh antek-antek mereka dari golongan munafikin dan yang hatinya penuh penyakit dan lebih ironisnya lagi hal ini diamini oleh mayoritas Ummat Islam tidak ketinggalan pula mereka-mereka yang mengaku memperjuangkan Islam.

Maka yang terjadi adalah mengakarnya syubhat-syubhat seputar Jihad dan menjadi keyakinan di tubuh ummat Islam seperti syubhat “jihad dalam Islam hanya bersifat defensif, artinya dalam situasi mendesak baru dibolehkan seorang menegakan jihad sebagai perlawanan..”

Yang lainnya mengatakan,
“Jihad itu telah berakhir dan hanya ada pada zaman Rasulullah shalallahu alaihi wassallam dan para Sahabatnya adapun pada zaman ini Jihad sudah tidak cocok lagi."

Atau pemahaman bahwa Jihad itu dilakukan jika ada musuh asing (kolonial) yang menjajah negeri dan syubhat-syubhat bathil lainnya yang berusaha menghalang-halangi manusia dari Jalan Allah.

“Mereka berkeinginan memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka dan Allah (tetap) menyempurnakan cahanya, walau orang-orang kafir membencinya.”

Selamanya orang–orang kafir tidak akan mampu menghapus Syari’at Jihad di muka bumi ini karena sudah merupakan janji Allah dan Rasul-Nya bahwa Jihad akan selalu ada hingga hari kiamat, sampai orang terakhir dari Ummat Muhammad shalallahu alaihi wassallam ini memerangi Dajjal.


Syaikh Yusuf bin Sholeh Al-‘Uyayri Rahimahullah

Jihad - Api yang tak pernah padam.

Romeltea Media
Hikmah Santri Updated at:

 
back to top